Tampilkan postingan dengan label aftersales bajaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aftersales bajaj. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Bajaj Targetkan Penjualan 36 Ribu Motor Agar Bisa Buat pabrik Di Indonesia


Seperti yang kita ketahui bahwa penjualan sepeda motor bajaj yang selama ini ditangani oleh APM BAI masih mengimpor produk-produknya dari India. Meski hanya menjual tipe sport, tapi sepanjang 2011 ada 23 ribu unit yang habis terjual. 

"Paling banyak, 45 persennya adalah Pulsar 135LS," buka Rizal Tandju, PR & Event Manager PT BAI. "Selebihnya 30 persen Pulsar 180 dan 25 persen sisanya adalah Pulsar 220," rincinya lebih lanjut.

Sedang untuk tahun 2012 ini, BAI mencanangkan peningkatan penjualan cukup tinggi. Mencapai 36 ribu unit hingga akhir tahun. "Berarti rata-rata penjualannya mencapai 3 unit perbulan," beber Rizal.

Walaupun target naik lebih dari 50 persen dibanding tahun sebelumnya, angka 36 ribu unit masih mungkin untuk dicapai. Pasalnya masih banyak daerah yang belum tersentuh. Saat ini Bajaj baru memiliki 124 jaringan dealer dan 136 bengkel di seluruh Indonesia.

"Padahal ada lebih dari 300 Kabupaten di Indonesia. Makanya kami menargetkan untuk memperbanyak jaringan menjadi 200 dealer dan 200 bengkel di tahun 2012 ini" jelas pria ramah yang gemar naik motor ini.

Selain itu, target 36 ribu unit per tahun juga coba dikejar BAI untuk memperoleh restu membangun pabrik di Indonesia. "Ya, kami memang menginginkan agar Bajaj membuka pabriknya di Indonesia. Itu sebabnya kami canangkan untuk bisa jual 3 ribu unit sepeda motor per bulan," tegasnya.

Memang sepertinya sudah waktunya bagi bajaj motor untuk membangun pabrikannya di Indonesia, berkenaan untuk menunjukkan keseriusan BAI  sendiri untuk bersaing di dunia otomotif roda 2 (mungkin juga roda 4 bila Bajaj ingin memasukan varian mobil murahnya di Indonesia). Efek positifnya harga-harga varian sepeda motor bajaj akan semakin murah, sparepart akan semakin mudah, dan kemungkinan besar pamor bajaj akan naik secara drastis.

Mungkin saja rencana bajaj yang akan merilis varian motor terbarunya macam Avenger dan yang lainnya juga merupakan salah satu jalan dan strategi memuluskan target 36 ribu unit itu. Jadi tidak ada salahnya kalau BAI sebagai APM sepeda motor Bajaj di Indonesia dapat sesegera mungkin memboyong varian Pulsar 200 NS, toh motor ini juga sudah mendapat animo  yang besar dari biker di tanah air.  Kita lihat saja di tahun 2012 ini.

Minggu, 21 Agustus 2011

Penyebab dan Solusi Kelangkaan Sparepart Bajaj





Bajaj memang patut berbangga karena penjualan motornya mengalami kenaikan 2 kali lipat, tetapi yang aneh sekaligus mengecewakan ternyata sparepart bajaj masih susah di dapatkan. Lalu muncul pertanyaan, kok bisa sih ?????????. 

Ternyata alasannya cukup sepele, tetapi dampaknya berpengaruh besar terhadap ketersediaan sparepart.

"Pemesanan spare part dari India tidak dikirim sesuai kebutuhan kita, penyebabkan karena salah ketik. Di India menulis seribu unit menggunakan koma (,), sedangkan kita pakai titik (.). Sehingga kami di Indonesia dikira hanya memesan satu unit saja," ungkap Dinesh Kulkarni, Vice President Director PT Bajaj Auto Indonesia (BAI).

Misalnya pemesanan yang seharusnya diketik dengan angka 1,000, tapi dengan bahasa Indonesia diketik 1.000. Padahal kesalahan ini terjadi selama bulan Mei dan Juni 2011. Tapi setelah menyadari adanya kesalahan komunikasi ini, pihak BAI langsung melakukan koreksi di bulan Juli.

"Ada tiga part yang bermasalah pasokannya. Yakni gear set, kampas kopling, dan kampas rem. Tapi, mulai bulan lalu pengiriman sudah kembali normal dan kami menjamin ketersediaannya di seluruh dealer Bajaj," tegas Kulkarni.

Selain masalah teknis tadi, PT BAI juga mengaku tengah mengembangkan jaringan distribusi spare part-nya. Hal ini tentunya dilakukan sesuai dengan peningkatan jumlah pengguna sepeda motor Bajaj di Indonesia.

"Distibusinya akan kita potong, kalau dulu dari BAI ke main dealer baru ke dealer. Kini dari BAI langsung ke main dealer dan dealer-dealer kami di daerah. Selain itu, kami juga mulai mendistribusikan part ke bengkel umum," ungkap Rizal Tandju, Event & PR Manager PT BAI.

"Kami selaku main dealer juga sudah mulai membantu mendistribusikan part ke bengkel umum," buka Iki Wibowo, Director PT Jayarama Artha Roda, main dealer Bajaj untuk area Jakarta dan Bogor.

"Awalnya saat usia Bajaj baru 4 sampai 5 tahun di Indonesia, lebih banyak yang memanfaatkan jasa free service dari bengkel resmi Bajaj. Tapi sekarang, Bajaj keluaran awal makin banyak yang beralih ke bengkel umum. Makanya ketersedian partnya kami perhatikan," ungkap pria ramah ini.

Bukan hanya menambah pelayanan dan jaringan aftersalesnya, mungkin sudah waktu bajaj untuk membangun pabriknya di indonesia.

Mudah-mudahan tidak adal lagi inden spare part Bajaj!